Cari

Jumat, 13 September 2024

LULUS PEMBATIK LEVEL 2, PESERTA WAJIB MEMPERSIAPKAN INI!!

 




Detik-detik menegangkan akhirnya usai! Pengumuman kelulusan PembaTIK Level 2 tahun 2024 telah tiba. Setelah dua minggu menanti dengan harap-harap cemas, kini saatnya kita rayakan bersama para peserta yang berhasil menaklukkan tantangan pembelajaran digital ini.

Bagi Anda yang namanya terpampang dalam daftar lulus, selamat! Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras dan dedikasi Anda. Jangan berhenti belajar dan terus kembangkan potensi diri untuk menjadi pendidik yang inovatif.

Namun, bagi teman-teman yang belum berhasil kali ini, jangan berkecil hati. Kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Ambil hikmah dari pengalaman ini, evaluasi diri, dan coba lagi di kesempatan berikutnya. Ingat, keberhasilan terbesar adalah bangkit setelah jatuh.

Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh peserta adalah sbb:
- akses pengumuman melalui info peserta di laman PembaTIK 2024 di pembatik.kemdikbud.go.id  atau pada tautan : https://lookerstudio.google.com/u/0/reporting/c51deba6-6937-4a57-9ef8-5d9b515ace01
- pastikan memasukkan akun belajar.id peserta
- pastikan tidak typo saat mengetikkan akun

apabila ada kendala yang masuk dari peserta, pastikan dulu beberapa hal di bawah ini:
- cek status kepesertaan di info peserta
- pastikan memasukkan akun belajar.id yang dipakai peserta untuk mendaftar ketika cek status peserta di info peserta
- pastikan tidak typo
- untuk peserta yang ganti akun dan sudah melaporkan ke form aduan, cek di looker menggunakan akun yang baru
- jika sudah memastikan hal2 di atas dan hasilnya no data, maka yang bersangkutan bukan peserta PembaTIK

Sabtu, 07 September 2024

Menuju Sekolah yang Lebih Baik: Menyegarkan Komunitas Belajar di SLB Negeri Mamasa


 SLB Negeri Mamasa adalah salah satu sekolah yang didirikan di Kabupaten Mamasa, khusus untuk mendidik anak-anak berkebutuhan khusus. Namun, sebagian besar kemampuan guru dalam mendidik masih di bawah ekspektasi kepala sekolah. Sekolah yang saya ini didukung oleh 3 guru ASN dan 3 honorer, sebagian besar dari pendidikan regular. Hal ini menunjukkan kurangnya pengetahuan dasar mereka dalam menangani anak berkebutuhan khusus, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Beberapa di antaranya bahkan tidak dapat membuat modul ajar yang layak bagi anak-anak. Hal ini membuat pembelajaran tidak efektif, anak menjadi tidak bersemangat dalam belajar. Oleh karena itu, sangat penting bagi sekolah untuk memiliki komunitas belajar.

Komunitas belajar didirikan dengan tujuan utama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi proses belajar mengajar yang lebih efektif dan menyenangkan. Komunitas belajar dalam sekolah diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pendidik dan membangun budaya belajar bersama yang berkelanjutan, sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik.

Pada komunitas belajar sebelumnya, telah terlaksana beberapa program kerja, seperti seminar tentang pelaksanaan asesmen peserta didik, pembelajaran berdiferensiasi, penyusunan modul ajar, fasilitas bagi GTK untuk memanfaatkan PPM. Namun, masih ada beberapa program belum terlaksana. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya minat GTK, pengalaman yang minim, waktu yang terbatas, dan banyaknya program sekolah lain yang harus dituntaskan. Agar program dapat terlaksana dengan baik dan maksimal, maka perlu penyegaran tim dan pembaruan program kerja yang relevan dengan kebutuhan sekolah, guru, dan peserta didik, terlebih khusus program yang relevan dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini.

Pada penyegaran pengurus komunitas kali ini, terbentuk tim hasil diskusi antara kepala sekolah, guru, dan pegawai SLB Negeri Mamasa. Tim pengurus ini memiliki kompetensi yang lebih baik dan pengalaman yang lebih di antara para guru dan pegawai lainnya. Misalnya saja, ketua yang terpilih adalah seorang guru penggerak tahun 2023. Di bawah tim yang baru ini, diharapkan membawa pengaruh positif bagi kemajuan pembelajaran di sekolah.

Selama 1 tahun ke depan, komunitas ini akan menjalankan program seperti Berbagi Praktik Baik: Guru-guru dapat saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam mengajar. Ini bisa meliputi penggunaan metode pembelajaran yang inovatif, penggunaan media pembelajaran yang menarik, atau strategi pengelolaan kelas yang efektif. Diskusi Tematik: Mengadakan diskusi mengenai topik-topik tertentu dalam pembelajaran, seperti pengembangan kurikulum, penilaian autentik, atau pembelajaran berbasis proyek. Studi Kasus: Menganalisis studi kasus terkait permasalahan pembelajaran yang sering dihadapi dan mencari solusi bersama. Observasi Kelas: Melakukan observasi kelas secara saling bergantian untuk memberikan umpan balik dan masukan terhadap pembelajaran yang dilakukan. Pengembangan Bahan Ajar: Bersama-sama mengembangkan bahan ajar yang relevan dan menarik untuk siswa, baik dalam bentuk modul, lembar kerja, maupun presentasi. Pengembangan Diri: Mengikuti pelatihan atau workshop untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional.

Saya berharap komunitas yang terbentuk ini dapat memberikan pengaruh positif kepada semua warga sekolah, terutama kemajuan pembelajaran di SLB Negeri Mamasa. Sehingga semua warga sekolah dapat berkontribusi bagi sekolah. Komitmen kami bersama adalah semua guru dan pegawai dapat memberikan praktik baik di dalam komunitas belajar sehingga tercipta lingkungan belajar yang inovatif melalui komunitas belajar SLB Negeri Mamasa.

pengurus komunitas tahun 2023-2024
 

 

Minggu, 01 September 2024

sepenggal Kehidupan Masa Kecil Penulis


 sepenggal Kehidupan Masa Kecil Penulis

Masa kecil adalah masa yang cukup indah dalam hidupku. Suasana rumahku, yang terbuat dari bambu yang dianyam dan dipadukan dengan papan lapuk, memberikan kenangan tersendiri. Rumah kami berbentuk memanjang dengan teras depan yang cukup luas. Di teras itulah saya, bersama adik dan kakak, sering bermain bersama. Di ruang tamu, terdapat perabotan kursi rotan yang sepertinya menjadi perlengkapan wajib sebuah rumah.

Saya adalah anak tengah dari tiga bersaudara, dan saya merasa cukup beruntung. Setiap pulang dari sekolah, aktivitas yang saya lakukan adalah menjual sayur keliling kompleks perumahan. Dari jam setengah tiga sore, jika lambat, biasanya saya baru pulang sekitar jam enam. Namun, jika cepat, saya bisa pulang lebih awal, sekitar jam empat. Saya sering menjual sayur bersama adik, kakak, dan teman-teman. Hasil jualan biasanya saya berikan kepada orang tua, dan jika cukup, saya merasa senang bisa jajan seratus rupiah pada saat itu. Hidup dalam keluarga yang pas-pasan membentuk saya menjadi anak yang tangguh ketika dewasa. Aktivitas ini saya lakukan sejak usia lima tahun hingga tiga belas tahun—waktu yang cukup lama.

Memiliki orang tua yang pekerja keras dan sabar adalah kunci saya bisa tumbuh dengan baik. Di balik semua itu, masa kecil bersama teman-teman di sekitar rumah tetap menjadi yang paling menyenangkan. Belum ada teknologi yang memisahkan kami; kami berinteraksi secara langsung. Kami bermain petak umpet, lompat karet, lompat tali, bermain enggrang, layangan, dan lain-lain. Jika tidak ada sayur yang dijual, saya bisa bermain dengan puas bersama teman-teman desa.

Salah satu kenangan paling berkesan dan lucu adalah saat bermain petak umpet. Suatu ketika, giliran saya yang menjaga. Adik saya ikut bermain, meskipun dia masih kecil dan belum tahu betul aturan permainan. Kakak dan teman-teman yang lain juga ikut bermain. Saat saya mulai menghitung hingga dua puluh, saya memberi mereka kesempatan untuk bersembunyi.

Cepat sembunyi! Saya hitung, satu…. Dua…. Tiga….. !” teriak saya dengan semangat.

Setelah menghitung, saya mulai mencari mereka. Namun, teman-teman saya yang lebih besar secara fisik dan usia sering kali lebih cepat sampai ke tempat jaga. Jika saya menemukan mereka, kami harus berlomba kembali ke tempat jaga. Jika mereka lebih cepat, saya harus mulai dari awal.

“cop anto,!” teriak saya kepada satu teman saya sambil berlari menuju tempat jaga.

Saya berusaha sekuat tenaga untuk mengejar mereka, tetapi sering kali saya kalah cepat. Tawa dan teriakan kami mengisi udara sore itu, menciptakan kenangan yang tak terlupakan. Namun, ada kalanya saya merasa frustrasi ketika tidak bisa menemukan mereka.

“Jaga!!” kata anto mendahuli saya,
“hitung ko lagi.” Kata kakak saya.

Saya pun menghitung  kembali dari awal..

Namun, ada juga saat-saat ketika saya merasa sedih. Misalnya, ketika saya tidak bisa menemukan tempat yang baik untuk bersembunyi dan teman-teman saya sudah menemukan tempat yang lebih baik. Dalam momen-momen seperti itu, air mata saya sering kali tak tertahan.

“Kenapa aku selalu kalah?” saya menangis keras tanda kecewa.

Kakak saya yang melihat itu segera menghampiri. “sudah mi, sudah mi bain, menangismi”. Dengan begitu permaian berakhir begitu saja. Sebab waktu juga sudah sore.

Selain bermain, saya juga memiliki tanggung jawab di rumah. Setiap hari, saya dan kakak-adik membantu orang tua dengan pekerjaan rumah. Kami mencuci piring, memotong sayur yang kami petik dari kebun, dan menyapu rumah. Tugas-tugas ini menjadi bagian dari rutinitas kami, dan meskipun terkadang terasa berat, kami melakukannya dengan penuh rasa tanggung jawab.

Kami juga sering menikmati makanan sederhana, seperti ikan kering yang disebut lure dan kandilo. Meskipun sederhana, makanan itu terasa sangat nikmat bagi kami. Kami sering berkumpul di meja makan, berbagi cerita tentang hari kami. Inilah sepenggal cerita singakat kehidupan kecil saya. Mohon maaf bila kurang menarik, semoga jadi pelajaran bagi anak anak lain agar tetap bersyukur apapun keadaan masa kecilnya saat ini.

langka pertama dalam Petualangan Menjadi Guru Digital: Pengalaman Mengikuti PembaTIK 2024 level 1 literasi


langka pertama dalam Petualangan Menjadi Guru Digital: Pengalaman Mengikuti PembaTIK 2024 level 1 literasi

Sebagai seorang guru yang selalu haus akan pengetahuan baru, saya sangat antusias mengikuti Program Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) 2024. Program PembaTIK ini adalah salah satu program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dalam memanfaatkan TIK dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Program ini sudah berjalan selama 7 tahun dan PembaTIK 2024 adalah tahun kedelapan program ini. PembaTIK ini terbagi menjadi 4 level: level 1 literasi, level 2 implementasi, level 3 kreasi, dan level 4 berbagi dan berkolaborasi. Program ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga sebuah perjalanan untuk menjadi guru yang lebih inovatif dan kreatif dalam memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.

Mengapa PembaTIK?

Salah satu motivasi terbesar saya adalah menjadi bagian dari para Duta Teknologi.  Dengan mengikuti PembaTIK, saya yakin bisa mencapai tujuan tersebut. Bayangkan, bisa menjadi ujung tombak dalam menerapkan teknologi di dunia pendidikan, tentu sangat membanggakan. Apalagi program ini sejalan dengan semangat pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan TIK.

Perjalanan di Level 1: Literasi Digital

Level 1 ini seperti membuka mata saya akan potensi besar teknologi dalam dunia pendidikan. Materi yang diberikan sangat relevan dengan tugas sehari-hari sebagai guru. Saya merasa seolah-olah sedang belajar sambil bekerja. Tidak ada kesulitan berarti yang saya hadapi, justru saya menemukan banyak hal baru yang bisa langsung saya terapkan di kelas.

Inspirasi untuk Berbagi

Setelah lulus dari level 1, semangat saya semakin berkobar. Saya ingin berbagi ilmu yang telah saya dapatkan tidak hanya dengan siswa, tetapi juga dengan rekan guru dan seluruh staf di sekolah. Saya percaya bahwa dengan bekerja sama, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dan efektif.

Harapan untuk Kepala Sekolah

Sebagai seorang kepala sekolah, saya sangat mendukung program PembaTIK. Namun, saya juga berharap agar ke depannya, kepala sekolah juga diberikan kesempatan yang sama untuk menjadi Duta Teknologi. Kami, para pemimpin sekolah, juga perlu terus belajar dan mengembangkan diri agar bisa menjadi role model bagi guru-guru.

 Rencana ke Depan

Perjalanan saya di PembaTIK masih panjang. Setelah berhasil melewati level 1, kini saya sedang fokus pada level 2. Target saya jelas, ingin menyelesaikan semua level dan akhirnya bisa menyandang gelar duta teknologi  Selain itu, saya juga ingin memaksimalkan  kembali komunitas belajar di sekolah telah dibentuk, agar bisa saling belajar dan berbagi pengalaman.. Selain itu, saya juga berencana untuk berbagi ilmu yang saya dapatkan dengan rekan-rekan guru lainnya.

Pesan untuk Pembaca

Bagi rekan guru yang belum mengikuti PembaTIK, saya sangat menyarankan untuk ikut. Program ini sangat bermanfaat dan akan membuka banyak peluang baru bagi kita. Mari bersama-sama memajukan pendidikan di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi secara optimal.

LULUS atau LOLOS PembaTIK 2024? cek disini

  puji tuhan hari ini 8 November 2024 Pukul 22.00 Wita, ketika saya sedang asik membuat materi presentasi untuk jambore gtk 2024. ada pesan ...